Penyakit Usus Buntu – Gejala, Penyebab, Obat, Pencegahan

Didalam tubuh manusia terdapat sebuah sistem organ yang bernama usus buntu. Letak usus buntu terdapat di bagian pertama usus besar yang bentuknya menyerupai pipa dan sangat kecil.

Organ ini sering dianggap sebagai salah satu organ pencernaan yang tidak memiliki fungsi. Padahal sebenarnya fungsinya sangat besar. Salah satu fungsi usus buntu adalah menyerap air dan garam yang masih tersisa setelah proses pencernaan selesai.

Di bagian ujung dari usus buntu Anda akan temukan apendik yang disebut sebagai umbai cacing dimana fungsinya adalah sebagai sistem kekebalan tubuh. Organ ini juga memiliki peran aktif dalam sistem imunoglobin yang memiliki kelenjar limfoid didalamnya. Ketika organ tersebut mengalami masalah tentu semua fungsinya akan terganggu.

Beberapa masalah yang kerapkali dialami oleh orang diantaranya radang usus buntu atau usus buntu pecah dimana penanganannya dibutuhkan penanganan medis. Salah satunya dengan cara operasi yang mana biaya operasi usus buntu sangatlah besar. Untuk menghindari penyakit tersebut baiknya Anda jaga selalu kesehatan usus buntu Anda.

 

13 Gejala Usus Buntu Pada Anak dan Orang Dewasa

Penyakit yang menyerang organ usus ini memang harus diwaspadai. Penyakit ini dapat menyerang anak – anak dan orang dewasa. Gejala utama yang akan Anda rasakan ketika Anda mengalami masalah dengan organ tersebut adalah sakit perut di area tengah atau di sekitar pusar yang terasa timbul dan hilang secara inkonsisten.

Dalam hitungan jam, rasa sakit ini secara perlahan akan bergerak menuju bagian perut kanan bawah dan cenderung fokus pada tempat yang sering disebut dengan titik McBurney. Titik ini merupakan lokasi dimana organ usus tersebut berada.

Selain gejala tersebut, ada beberapa gejala lain yang juga akan dirasakan penderita. Ciri ciri usus buntu lanjutan yang akan dialami jika penyakit tersebut menyerang anak – anak diantaranya:

  • Demam
  • Nyeri
  • Sakit perut
  • Peningkatan jumlah sel darah putih yang menunjukkan terdapatnya infeksi pada tubuh

Sementara jika menyerang orang dewasa beberapa tanda tanda usus buntu yang akan dialami diantaranya:

  • Rasa mual dan ingin muntah
  • Meriang
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare
  • Sembelit
  • Demam
  • Perut kembung
  • Susah kentut
  • Wajah memerah

 

11 Penyebab Usus Buntu

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab usus buntu Anda mengalami masalah seperti radang atau usus buntu yang pecah. Beberapa aspek yang menyebabkan usus Anda mengalami masalah diantaranya :

  • Terlalu sering mengonsumsi biji – bijian yang sulit dicerna (semisal biji jambu)
  • Mengalami masalah batu empedu
  • Cacing usus oxyuris vermicularis
  • Terjadi reaksi limfatik
  • Infeksi bakteri Salmonella dan Shigella
  • Invasi parasit seperti Entamoeba, Schistosoma, dan Ascaris
  • Penyakit tumor dan kanker
  • Benda asing yang menimbulkan sumbatan di area usus buntu
  • Trauma tumpul
  • Limfadenitis atau pembesaran jaringan limfoid
  • Fekalit atau feses tinja yang keras dan terakumulasi

 

6 Makanan Penyebab Usus Buntu

Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa “apa yang kamu makan mencerminkan kesehatanmu” maka pepatah tersebut memang benar. Jika usus buntu Anda mengalami masalah, kemungkinan Anda mengonsumsi makanan yang tidak baik dan tidak bersahabat pada organ tersebut.

Ternyata, ada beberapa makanan yang dapat menjadi penyebab usus buntu Anda alami. Beberapa makanan yang perlu Anda hindari karena dapat menyebabkan usus buntu diantaranya:

 

1. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng tidak hanya mengandung lemak jahat akan tetapi juga dapat memicu usus Anda bermasalah. Makanan yang diolah dengan cara digoreng didalamnya mengandung zat yang bernama karsinogen.

Zat ini merupakan zat berbahaya yang dapat memicu kanker dan dapat merusak sel tubuh Anda sekaligus memicu masalah pada kesehatan usus Anda.

 

2. Daging instan

Jenis makanan yang satu ini disukai banyak orang. Daging instan memang menyenangkan di lidah.

Akan tetapi biasanya bahan makanan ini mengandung bahan pengawet dan perasa buatan dimana kandungan tersebut akan meningkatkan kadar karsinogen didalam tubuh yang tidak hanya berbahaya pada usus akan tetapi juga bisa berbahaya bagi organ hati.

 

3. Daging unggas

Daging unggas yang saat ini banyak beredar di pasaran pada dasarnya berada dalam masa pertumbuhan. Atau bisa dikatakan daging tersebut masih belum cukup umur untuk dikonsumsi. Namun karena kecanggihan teknologi unggas yang belum cukup umur berubah lebih besar dari segi fisiknya.

Hal ini terjadi karena unggas sudah disuntik vaksin dimana hal ini sebenarnya bukan hal yang baik karena dapat mengganggu kesehatan tubuh Anda. Karena itu jika memang Anda membeli daging unggas, baiknya pilih secara selektif.

 

4. Makanan yang dibakar langsung

Makanan yang prosesnya dibakar secara langsung seperti sate atau ikan bakar tentu sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh. Hanya saja tak banyak orang yang tahu tentang hal ini.

Makanan yang dibakar secara langsung diatas arang tentu akan membawa zat kimia yang menempel pada makanan tersebut masuk ke dalam tubuh pengonsumsinya. Hal ini dapat menjadi penyebab Anda mengalami masalah usus. Jika Anda terlalu sering mengonsumsinya, usus akan merasa perih karena Anda terlalu sering menerima makanan yang terdapat debu arang.

 

5. Makanan mengandung vetsin dan kandungan garam tinggi

Makanan – makanan seperti halnya mie instan, penyedap rasa dan bumbu – bumbu instan yang lain dapat memicu munculnya berbagai penyakit. Kandungan garam yang tinggi didalamnya dapat menjadi penyebab terjadinya iritasi atau radang pada usus.

 

6. Makanan pedas

Mengonsumsi makanan pedas juga dapat menjadi penyebab Anda mengalami masalah pada usus. Hal ini terjadi karena makanan pedas bersifat panas dimana jika Anda konsumsi dalam jumlah yang tinggi akan membuat usus Anda terasa perih.

 

12 Tips Mencegah Usus Buntu

1. Konsumsi air putih dalam jumlah cukup

Air putih memang sangat penting untuk tubuh manusia. Selain dapat mencegah dehidrasi dan menjaga kesehatan ginjal, mengonsumsi air putih juga penting untuk menjaga kesehatan usus Anda. Feses yang keras bisa merusak usus jika Anda alami terlalu sering.

Anda bisa melunakkan feses yang keras ini dengan memenuhi kebutuhan cairan di tubuh Anda. Khususnya Anda yang duduk berjam – jam di depan komputer rentan mengalami masalah dengan feses sehingga kebutuhan cairan secara cukup perlu Anda pastikan.

 

2. Hindari makanan yang menyebabkan sembelit

Ada berbagai macam makanan yang dapat memicu sembelit. Makanan rendah serat, makanan tinggi kandungan karbohidrat, makanan mengandung tepung, dan beberapa makanan yang lain. Jika Anda terlalu sering mengonsumsinya maka sembelit akan Anda alami.

Sembelit yang terlalu sering akan berpengaruh pada kesehatan pencernaan dan usus Anda. Karena itu Anda perlu menghindari makanan tersebut untuk mencegah terjadinya masalah usus dan sistem cerna Anda secara keseluruhan.

 

3. Batasi asupan kafein

Membatasi asupan kafein setiap hari berguna untuk menghindarkan diri Anda dari sembelit. Hal ini karena kandungan kafein didalam teh atau kopi dapat menjadi penyebab seseorang terkena sembelit padahal sembelit dapat menyebabkan usus Anda mengalami radang.

Jika Anda memang salah satu orang yang suka dengan mengonsumsi teh atau kopi baiknya Anda batasi asupannya sedari sekarang.

 

4. Hindari mengonsumsi alkohol

Alkohol akan menyerap cairan yang ada didalam tubuh sehingga tubuh Anda akan dehidrasi. Orang yang sering mengalami dehidrasi rentan terkena sembelit dimana seperti yang kita tahu penyakit ini akan berdampak pada masalah kesehatan usus Anda.

Supaya tidak terkena masalah usus sebaiknya Anda menghindari mengonsumsi alkohol terlalu sering. Jika perlu jauhi minuman yang tidak sehat ini dan ganti dengan mengonsumsi minuman sehat.

 

5. Obat pencahar perlu dihindari

Jika Anda terbiasa mengonsumsi obat pencahar untuk menghindari sembelit, baiknya Anda segera menghindarinya sekarang juga. Jika memang Anda mengalami sembelit, sebaiknya Anda konsumsi ramuan alami yang dibuat dari bahan herbal.

 

6. Hindari mengonsumsi obat tertentu

Ada beberapa obat yang dapat memicu sembelit jika Anda konsumsi terlalu lama. Baiknya jika memang Anda mengalami masalah apapun, Anda perlu mengonsultasikan dulu dengan dokter supaya Anda bisa dapatkan obat yang tepat dan sesuai kebutuhan Anda.

Hindari mengonsumsi obat sembarangan apalagi obat tanpa dosis yang Anda temukan atau beli di warung – warung tradisional.

 

7. Hindari mengonsumsi junk food

Terlalu banyak mengonsumsi junk food dapat menjadi penyebab seseorang terkena radang usus buntu. Hal ini juga terjadi karena berbagai kandungan didalam junk food yang dapat mengiritasi usus Anda.

Jika memang Anda sebelumnya pecinta junk food, mulai dari sekarang Anda harus kurangi intensitas mengonsumsinya.

 

8. Meningkatkan daya imun tubuh

Cara lain untuk mencegah terjadinya usus buntu adalah dengan meningkatkan daya imun tubuh Anda. Alasannya adalah ketika sistem imun tubuh mengalami peningkatan, maka tak akan ada makanan atau bakteri apapun yang bisa masuk ke dalam organ usus buntu Anda.

 

9. Konsumsi makanan kaya serat

Makanan yang tinggi kandungan serat adalah makanan yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya masalah di usus dan menyehatkan usus Anda. Alasannya adalah karena masalah usus banyak disebabkan oleh penumpukan feses.

Bisa dikatakan bahwa orang yang terkena sembelit dia akan punya resiko lebih besar untuk mengalami masalah usus karena penumpukan feses di sistem cerna terakhirnya.

Untuk mengatasi sembelit dan mencegahnya, Anda perlu konsumsi aneka makanan kaya serat. Makanan seperti buah, sayur, dan agar – agar perlu Anda konsumsi secara rutin untuk menjaga kesehatan sistem cerna Anda.

 

10. Jangan menunda buang air besar

Karena alasan rutinitas, alasan sibuknya dengan pekerjaan, beberapa orang rela menunda buang air besar. Satu hal yang Anda perlu tahu bahwa hal ini sangat tidak baik untuk kesehatan usus Anda.

Memang terkesan sepeleh akan tetapi hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan feses yang tidak baik pada kesehatan usus Anda.

 

11. Hindari menahan kentut

Sering kentut memang bisa membuat orang di sekitar menjadi terganggu. Akan tetapi menahan kentut juga menjadi penyebab mengapa seseorang mengalami masalah dengan ususnya. Hal ini karena kebiasaan menahan kentut akan membuat saluran kentut jadi tersumbat.

Karena itu jangan Anda keseringan menahan kentut karena dapat menjadi penyebab Anda mengalami masalah kesehatan usus salah satunya menimbulkan radang usus buntu.

 

12. Tidur teratur dan berkualitas

Orang yang tidur tidak teratur juga bisa terkena radang. Alasannya adalah ketika seseorang tidur tidak teratur maka sistem metabolisme tubuh menjadi tidak teratur juga.

Sistem metabolisme tubuh yang tidak teratur ini akan berpengaruh pada kinerja sistem cerna Anda. Karena itu agar sistem cerna tidak terganggu sebaiknya Anda tidur teratur dan berkualitas. Penuhi kebutuhan tidur harian Anda.

 

7 Cara Mengatasi Usus Buntu Dengan Pengobatan Medis

Namun jika kebetulan Anda memang sudah terserang dengan masalah usus buntu dan tidak bisa mencegahnya, maka alternatif pengobatan yang bisa Anda lakukan adalah dengan pengobatan secara medis dan jika sudah pada tahap serius maka operasi perlu Anda lakukan.

Jika Anda merasakan gejala mengalami penyakit usus buntu, untuk mendiagnosanya perlu dilakukan pendekatan medis sebagai berikut:

 

1. Tes fisik

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan pemeriksaan fisik atau melakukan tes fisik. Tes fisik digunakan untuk melakukan konfirmasi tentang rasa sakit di area perut yang Anda rasakan. Pada saat tes fisik dokter akan melakukan analisa bahwa apa yang Anda alami merupakan masalah usus yang buntu atau masalah lainnya.

Cara pemeriksaan fisik adalah dengan melakukan penekanan dibagian perut kanan bawah secara perlahan – lahan. Jika pasien mengalami rasa sakit tak tertahankan bisa jadi pasien mengalami penyakit tersebut. Selanjutnya prosedur pemeriksaan darah akan dilakukan sebagai tindakan lanjutan.

 

2. Pemeriksaan darah

Untuk mengonfirmasi apakah pasien terkena usus yang mengalami kebuntuan atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah merupakan sebuah upaya prosedur pemeriksaan yang efektif dilakukan.

Untuk mencari tahu apakah pasien terkena penyakit usus maka pihak medis akan memeriksa berapa jumlah sel darah putih yang ada didalam tubuh pasien. Jumlah sel darah putih ini bisa digunakan sebagai penanda infeksi didalam tubuh seseorang.

 

3. Tes urin

Pemeriksaan selanjutnya yang dilakukan setelah pemeriksaan darah adalah tes urin. Didalam dunia medis, pemeriksaan urin berguna untuk mengetahui penyakit seseorang. Tes urin tak hanya digunakan untuk mengetahui seseorang positif menggunakan narkoba saja akan tetapi tes ini juga bisa digunakan untuk mengetahui seseorang mengalami infeksi terhadap suatu hal atau komponen atau tidak.

Pada pasien yang mengalami masalah dengan usus baik radang atau usus pecah biasanya tes urin dilakukan juga untuk mengetahui apakah pasien tersebut mengalami komplikasi atau tidak. Semisal jika masalah ususnya mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau infeksi saluran kemih. Hal ini bisa diketahui dari tes urin yang dilakukan.

 

4. USG

Tindakan lanjutan dari tes urin yang lebih pasti bisa dilakukan dengan pemeriksaan USG. USG bisa digunakan untuk mengetahui kondisi usus buntu didalam perut seseorang. Yang akan dideteksi dengan USG adalah apakah usus tersebut mengalami pembengkakan ataukah tidak.

Ketika usus buntu mengalami pembengkakan maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut mengalami penyakit usus buntu. Jika USG tidak berjalan secara efektif, maka pihak medis akan melakukan pemeriksaan yang lain berupa CT scan.

 

5. CT scan

CT scan merupakan singkatan dari Computerized Tomography Scan yaitu suatu alat pencitraan atau prosedur medis untuk menggambarkan bagian tubuh tertentu dengan bantuan sinar X khusus.

Dibandingkan dengan foto ronsen, CT scan lebih detail karena mengambil gambar dari potongan – potongan organ yang telah diperiksa. Pemeriksaan dengan CT scan sangat akurat termasuk untuk mengetahui kelainan atau masalah yang berhubungan dengan sistem organ usus.

 

6. Operasi Usus Buntu

Operasi usus buntu adalah langkah yang paling efektif dalam menangani appendicitis. Namun, langkah ini hanya boleh dilakukan jika kondisi usus buntu sudah buruk dan harus ditangani secara cepat.

Dokter hanya akan menjalani operasi usus buntu jika kondisi Anda sudah masuk ke tahap:

  • Pembengkakan dan inflamasi yang parah pada usus buntu
  • Usus buntu infeksi dan terdapat luka bernanah
  • Usus buntu pecah
  • Terdapat infeksi pada selaput rongga usus buntu

Setelah operasi dilakukan, maka dokter akan memberikan antibiotik guna mencegah infeksi dan memerangi bakter pasca operasi. Selain itu, setelah operasi, Anda juga wajib mengetahui dan mempelajari berbagai pantangan yang wajib dihindari agar kondisi kesehatan tetap baik.

 

7. Obat Usus Buntu

Jika kondisi usus buntu Anda belum sampai tahap parah dan belum membutuhkan langkah operasi, maka dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat antibiotik yang dapat mengatasi radang usus buntu tanpa opersi.

Langkah ini memang jauh lebih aman dibandingkan operasi yang memberikan risiko untuk menyebabkan komplikasi seperti usus buntuk pecah dan infeksi.

Namun, tergantung dari tingkat keparahannya, tidak semua kondisi usus buntu dapat ditangani dengan antibiotik saja.

Sebuah penelitian di Swedia juga menyimpulkan bahwa pasien yang ditangani menggunakan antibiotik saja mempunyai 20% kemungkinan kembali terjangkit radang usus buntu. Jika kambuh kembali, maka langkah operasi usus buntu adalah penanganan terbaik guna mencegah radang tersebut datang kembali.

 

Jika Anda merasa terjadi gangguan dengan usus dan merasakan gejala usus buntu segera lakukan pemeriksaan. Dapatkan sesegera mungkin solusinya dan dapatkan penanganan medis secara tepat untuk mempercepat penyembuhan penyakit Anda.

loading...

Leave a Reply