Obat Malaria Tropika dan Malaria Tertiana yang Dianjurkan Dokter

Obat Malaria Tropika Dan Malaria Tertiana – Malaria adalah penyakit yang di sebabkan oleh infeksi organisme parasit yang bernama Plasmodium sp. Penyakit malaria menular melalui vektor serangga yaitu nyamuk Anopheles. Malaria memiliki 4 jenis yaitu Tertiana, Quartana, Tropika dan Ovale. Berdasarkan jenis Plasmodium yang menginfeksi, penyakit malaria dibedakan menjadi malaria tropika dan malaria tertiana. Pengobatan kedua jenis malaria ini hampir sama. Untuk bisa menyembuhkannya Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa saja obat malaria tropika dan malaria tertiana yang bisa di gunakan.

 

Malaria Tropika

Jenis malaria yang pertama yaitu Malaria Tropika. Penyebab malaria yang pertama ini adalah infeksi oleh Plasmodium falciparum yang juga di bawa oleh nyamuk malaria Anopheles. Malaria tropika merupakan jenis malaria ganas yang tercatat telah menyumbang banyak kasus kematian. Pada masa inkubasi malaria tropika yang berlangsung selama 7-12 hari, penderitanya akan mengalami demam tinggi yang di sertai dengan menggigil. Pada fase terparah dari penyakit malaria tropika yaitu terjadinya penyumbatan aliran darah ke otak oleh Plasmodium falciparum yang dapat menyebabkan terjadinya koma, berhalusinasi (mengigau) dan yang terparah akan berujung pada kematian.

 

Malaria Tertiana

Jenis malaria yang selanjutnya yaitu malaria tropika. Penyebab malaria tertiana adalah infeksi Plasmodium vivax. Dari semua jenis penyakit malaria yang ada, malaria tertiana merupakan yang paling ringan. Masa inkubasi malaria tertiana berlangsung selama 10-14 hari. Pada masa ini penderita akan merasakan demam menggigil yang berulang setiap 2 hari. Penyakit malaria tertiana cenderung lebih mudah di sembuhkan dan jarang menimbulkan kasus kematian.

 

Gejala Malaria Paling Umum

Seseorang yang terserang penyakit malaria akan mengalami beberapa gejala umum sebagai berikut :

  1. Demam tinggi di sertai dengan mengigil
  2. Mual dan muntah
  3. Sakit dan nyeri pada bagian kepala
  4. Merasa kelelahan
  5. Badan terasa lemas

 

Obat Malaria Tropika Dan Malaria Tertiana

Berikut ini 4 macam obat yang bisa di gunakan untuk mengobati malaria :

 

1. Riboquin

Obat malaria tropika dan malaria tertiana yang pertama yaitu Riboquin. Obat ini dapat di gunakan untuk mengatasi demam tinggi pada masa inkubasi malaria. Selain itu riboquin juga bisa di pakai dalam pencegahan agar demam tidak kambuh.

Riboquin - Obat Malaria Tropika Dan Malaria Tertiana

  • Komposisi : Chloroquine phosphate
  • Indikasi : Untuk mengobati dan mencegah malaria
  • Dosis : Untuk pencegahan pada orang dewasa berikan 3 tablet/minggu, Pada anak-anak berikan 3/4 tablet/minggu.

Untuk pengobatan: pada orang dewasa berikan 3 tablet/ 6-8 jam, Pada anak-anak usia 9-12 tahun berikan 1,5 tablet 3 kali sehari, Usia 6-8 tahun berikan 2 tablet 2 kali sehari,  Usia 4-5 tahun berikan 1.5 tablet 2 kali sehari, Usia 1 tahun berikan 0,5 tablet 4 kali sehari, Usia di bawah 1 tahun berikan 0,5 tablet 2 kali sehari

  • Penyajian : Obat di berikan bersama dengan makanan
  • Kontra Indikasi : Menimbulkan dampak pada pengelihatan dan perubahan retina
  • Perhatian : penggunaan pada penderita psoriasis alkholik, gangguan fungsi hati, defisiensi G6PD dan ginjal.
  • Efek Samping : Dapat menimbulkan erupsi kulit, gangguan pengelihatan yang di sertai sakit kepala, kerusakan GI, pruritus
  • Kemasan : Tablet 250 mg x 200

 

2. Klorokuin

Obat malaria tropika dan malaria tertiana yang selanjutnya yaitu Klorokuin. Obat ini berbahan dasar kremovatym-kristal dalam bentuk bubuk dan rasa yang sangat pahit. Sifatnya sangat mudah larut dalam air dan memiliki efek yang sangat kuat untuk melawan malaria.

Klorokuin - Obat Malaria Tropika Dan Malaria Tertiana

  • Komposisi : Mengandung zat imunosupresif, senyawa anti-inflamasi, zat protivoprotozoynymi, antimalaria, dan zat antiaritmia.
  • Indikasi: Mengobati dan mencegah hampir semua jenis malaria baik tropika dan tertiana, di gunakan sebagai obat terapi pada penyakit lupus eritematosus sitemik baik kronik dan akut, mengobati revmatiodnom arthro dan scleroderma, aritmia, fibrilasi atrium paroksismal, dan porfiria kutanea tarda.
  • Kontraindikasi : Memicu reaksi hipersensitivitas pada fungsi ginjal, hari, dan mempengaruhi kerja otot jantung. Perhatikan penderita malaria dengan gangguan atau penyakit darah, psoriasis, gangguan pada retina dan korne, dan gangguan pada sistem saraf. Penggunaan pada wanita hamil harus mendapat pengawasan penuh dari dokter atau tenaga medis terkait.
  • Perhatian : Kandungan antasida dan cimetidine mampu mengganggu proses penyerapan dan meningkatkan konsentrasi plasma. Penggunaan obat ini bersama dengan obat anti-malaria lainnya dapat memberikan efek yang berlawanan (antagonis) sehingga tidak di anjurkan kecuali di bawah pengawasan dokter. Dapat meningkatkan resiko reaksi kulit dan neurotoksisitas. Dapat meningkatkan risiko miopati jika di kombinasikan dengan glukokortikoid. Penggunaan dalam dosis berlebih dapat menyebabkan keracunan etanol, glikosida, dan hepatotoksisitas.
  • Dosis : Untuk pencegahan: berikan dosis 500 mg 2 kali di minggu ke 1. Kemudian berikan 1 kali dengan dosis sama di minggu ke 2. Untuk pengobatan : berikan dosis 500 mg 1 kali/hari. Penggunaan dalam jangka panjang konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis terkait.
  • Overdosis : Overdosis dapat menyebabkan kematian dalam waktu 2 jam pasca pemberian depresi ventilasi. Waspadai gejala overdosis seperti sakit kepala hebat, mengalami gangguan kesadaran yang dapat berujung pada koma, mual dan muntah, kejang otot, dan gangguan secara visual.
  • Efek samping : Dapat menimbulkan gangguan pada saluran pencernaan, menyebabkan rasa mual, sakit kepala dan pusing, insomnia (gangguan tidur), gangguan pada pengelihatan (visual), kejang otot, penurunan tekanan darah, leukopenia, trombositopenia, gangguan kesadaran hingga kegilaan.

 

3. Primakuin

Obat malaria tropika dan malaria tertiana yang berikutnya yaitu Primakuin. Obat ini di gunakan sebagai terapi tambahan melawan Plasmodium vivax, Palsmodium ovale, dan Plasmodium palcifarum. Penggunaan obat primakuin harus berada dalam pengawasan dokter.

Primakuin - Obat Malaria Tropika Dan Malaria Tertiana

  • Indikasi: Mengobati semua jenis malaria sebagai terapi tambahan pada eradikasi stadium hepar.
  • Peringatan : Penggunaan pada penderita methemoglobinemia, anemia, leucopenia dan penderita malaria yang telah berusia lanjut.
  • Kontraindikasi : Gangguan pada penderita hipersensitivitas, depresi sumsum tulang, penggunaan kuinakrin, reumatoid artritis dan lupus eritematosus, defisiensi G6PD dan NADH.
  • Dosis : Untuk pencegahan kambuh/penularan malaria ovale dan vivax: berikan dosis 0,25 mg/kg berat badan selama 14 hari. Gametosidal malaria falciparum berikan dosis tunggal sebanyak 0,75 mg/kg berat badan di ulang 1 minggu terakhir dengan dosis yang sama. Penggunaan dosis harus berada dalam pengawasan dokter.
  • Efek Samping : Dapat menimbulkan gejala mual yang di sertai muntah, sakit perut, anemia hemolitik (terutama pada penderita defisiensi G6PD), memicu leukopenia, anoreksi, dan methemoglobinemia.

 

4. Suldox Tab

Obat malaria tropika dan malaria tertiana yang terakhir yaitu Suldox tab. Suldox adalah obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit malaria dan bermanfaat sebagai antiparasit. Suldox mempunyai kandungan 2 jenis zat aktif antara lain pirimetamin dan sulfadoksin. Penggunaan pirimetamin dan sulfadoksin bertujuan untuk menyembuhkan pasien yang terkena malaria, khususnya malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum yang sudah kebal terhadap klorokuin.

Suldox Tab - Obat Malaria Tropika Dan Malaria Tertiana

  • Komposisi : Pyrimethamine 25 mg, Sulfadoxine 500 mg.
  • Indikasi: Mengobati malaria falciparum yang telah resisten terhadap klorokuin.
  • Dosis : Untuk dewasa berikan dosis tunggal 2-3 tablet, Anak usia: 2-4 tahun 1/2 tablet, 4-6 tahun 1 tablet, 7-9 tahun 1 1/2 tablet, dan usia 10-14 tahun 2 tablet.
  • Penyajian : Di konsumsi bersama makanan atau tanpa makanan.
  • Perhatian : penggunaan pada penderita anemia, penderita gangguan fungsi hati dan ginjal, defisiensi G6PD, dan asam folat.
  • Efek Samping : dapat menimbulkan gejala sakit kepala, neuropati perifer dan nekrosis papiler ginjal, gangguan GI, memicu reaksi kulit, sindroma SJ, dan foto dermatitis.
  • Kemasan : 6 Tablet / Strip

 

Penyakit malaria ini adalah penyakit kambuh-kambuhan, jadi jika Anda pernah terkena sangat wajib hukumnya untuk selalu menjaga kondisi tubuh sebaik mungkin terutama pada saat musim pancaroba. 4 jenis obat malaria tropika dan malaria tertiana diatas dapat dikombinasikan namun tetap pada pengawasan dokter dan dengan dosis yang tepat. Jika penyakit semakin parah, ada baiknya untuk segera membawa ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Semoga kita semua diberikan kesehatan selalu dan kebahagian tiada tara. Get Well Soon !!

loading...

Leave a Reply