5 Macam Obat Antibiotik Untuk Rematik Dewasa Resep Dokter

Obat Antibiotik Untuk Rematik – Rematik adalah penyakit yang menyerang bagian persendian atau anggota gerak pada tubuh manusia. Penyakit ini menimbulkan rasa nyeri hebat pada penderitanya yang muncul akibat adanya peradangan atau pembengkakan pada bagian persendian. Peradangan ini jika di biarkan sangat berpotensi untuk terserang infeksi oleh bakteri yang akan memperparah keadaan, oleh karena itu Anda memerlukan obat antibiotik untuk rematik jika hal ini terjadi.

Penyebab rematik adalah terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh (autoimun) yang mengalami kesalahan (disorder) dalam melakukan reaksi pertahanan. Sistem autoimun pada penderita rematik justru berbalik menyerang bagian tubuh sendiri dalam hal ini persendian sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan, peradangan, dan pembengkakan yang menimbulkan rasa nyeri.

 

Gejala Rematik Pada Umumnya

Orang yang mengalami rematik akan mengalami gejala sebagai berikut:

  1. Kekakuan sendi yang biasanya terjadi pada pagi hari
  2. Mengalami kesemutan, demam, dan tubuh yang mudah lelah
  3. Nyeri pada bagian persendian yang di sertai dengan pembengkakan
  4. Nyeri pada dada
  5. Mengalami gangguan pada lambung
  6. Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit
  7. Tangan dan kaki menjadi kaku dan sulit di gerakkan

 

5 Macam Obat Antibiotik Untuk Rematik

Rematik harus segera di obati agar reaksi peradangan yang terjadi pada persendian tidak berkembang menjadi lebih parah. Jika di biarkan rematik sangat berisiko untuk menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit lainnya yang jauh lebih berbahaya seperti kelumpuhan, infeksi, serangan jantung, dan kerusakan pada mata.

Pengobatan rematik dapat di lakukan dengan mengonsumsi obat antibiotik untuk rematik yang bisa Anda dapatkan di apotek, obat rematik generik ini biasanya di jual bebas. Tapi sangat di sarankan agar sebelumnya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis untuk mendapatkan obat rematik resep dokter yang paling tepat.

Berikut ini kami berikan 5 rekomendasi obat antibiotik untuk rematik yang bisa Anda jadikan referensi:

 

1. Voltadex

Obat antibiotik untuk rematik yang pertama yaitu Voltadex. Obat ini bekerja sebagai pereda rasa nyeri yang disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan. Voltadex merupakan obat anti-inflamasi yang juga bisa di gunakan sebagai obat rematik dan asam urat.

Voltadex Obat Antibiotik Untuk Rematik

  • Komposisi: Diclofenac sodium 50 mg
  • Indikasi: Mengobati nyeri yang disebabkan karena terjadinya inflamasi nonrematik, artritis rematik, spondylitis ankilosa, spondilartritis, dan osteoartritis.
  • Dosis: terapi jangka pendek berikan dosis 3 x sehari 25-50 mg, untuk pengobatan jangka panjang berikan 75-100 mg/hari, dosis sehari tidak boleh melebihi 150 mg. Untuk usia diatas 6 tahun berikan 1-3 mg/kg berat badan/hari dalam dosis yang terbagi.
  • Penyajian: Harus di konsumsi setelah makan.
  • Perhatian: Waspada penggunaan pada penderita hipertensi, risiko ulserasi, perdarahan dan perforasi gastrointestinal, trombotik kardiovaskular, gagal jantung dan edema, gagal ginjal, penggunaan pada ibu pada masa kehamilan dan ibu menyusui harus mendapatkan resep dokter.
  • Efek Samping: Muntah, kembung, sukar tidur, terjadinya gangguan gastrointestinal, sakit kepala, mual, ruam kulit, dan pruritus.
  • Kemasan: 10 Tablet / Strip

 

2. Voltaren

Voltaren merupakan obat rematik tulang yang di jual di apotek dan bisa anda gunakan untuk mengobati rematik yang anda alami. Obat antibiotik untuk rematik ini bekerja untuk mengurangi rasa nyeri yang muncul akibat peradangan dan mencegah terjadinya pembengkakan. Voltaren merupakan obat keras, untuk penggunaan dalam jangka panjang sebaiknya harus mendapat resep dari dokter.

Voltaren Obat Antibiotik Untuk Rematik

  • Komposisi: Diclofenac sodium 25mg
  • Indikasi: Mengobati inflamasi dan bentuk lainnya dari degenerative reumatik, spondilitis ankilosa, osteoarthritis, artritis rheumatoid dan spondiloartritis. Nyeri yang terjadi pada kolumna vertebra atau tulang punggung. Penyakit non-artikular reumatik dan serangan akut gout.
  • Dosis lazim: berikan 2-3 x sehari sebanyak 50 mg. Untuk kasus ringan berikan dosis 75-100 mg sehari, Untuk usia di atas 1 tahun berikan dosis 0.5-2 mg/kg berat badan sehari dalam dosis yang terbagi.
  • Penyajian: Di konsumsi sesudah makan sesudah makan.
  • Perhatian: Penderita tukak peptik dilarang untuk mengonsumsi obat ini.
  • Efek Samping: Sakit kepala, pusing, vertigo gangguan GI, ruam kulit, peningkatan serum transaminase. Kemungkinan kecil terjadi pada sebagian pasien seperti ulkus peptikum, fungsi hati abnormal, hipersensitivitas, perdarahan GI, hepatitis. Gangguan sistem KV, pancreatitis, gangguan sensasi dan penglihatan, meningitis.
  • Kemasan: 10 Tablet / Strip

 

3. Divoltar

Divoltar merupakan obat anti nyeri yang dapat meredakan peradangan dan inflamasi yang terjadi pada saat rematik. Obat ini bekerja untuk untuk mengatasi arthritis rheumatoid, kelainan muskuloskletal, dan meredakan nyeri pada peradangan.

Divoltar Obat Antibiotik Untuk Rematik

  • Komposisi: Diclofenac sodium 50 mg
  • Indikasi: Mengobati arthritis rheumatoid, nyeri dan radang non rematik kelainan muskuloskletal akut, sebagai pengganti obat rematik alami paling ampuh.
  • Dosis: dewasa 75-100 mg/hari yang dibagi dalam 2-3 dosis. Untuk anak 1 tahun atau lebih berikan dosis 1-3 mg/kgBB/hari yang dibagi 2-3 dosis
  • Penyajian: Pada saat konsumsi tablet harus ditelan seluruhnya, pemberian bisa di lakukan pada saat makan atau setelah makan.
  • Cara Penyimpanan: Simpan ditempat yang sejuk dan terhindar dari paparan cahaya matahari langsung.
  • Perhatian: Hindari penggunaan pada masa kehamilan terkecuali apabila mutlak diperlukan, perhatikan penggunaan pada penderita dengan gangguan pada saluran cerna, mereka yang memiliki riwayat ulkus peptikum, penderita dengan insufisiensi jantung, hati, atau ginjal yang parah, penderita yang telah berusia lanjut.
  • Efek Samping: Dapat terjadi nyeri epigastrum pada awal pengobatan, , nyeri kepala atau pusing, sendawa, nausea dandiare.
  • Kemasan: 10 Tablet / Strip

 

4. Cataflam

Cataflam merupakan obat antibiotik untuk rematik yang bekerja sebagai anti inflamasi, pereda nyeri, dan menghambat osteoarthritis. Obat ini juga bisa di gunakan untuk menyembuhkan sakit gigi dan gusi bengkak. Obat ini tidak di anjurkan untuk di gunakan dalam jangka panjang, selain itu bagi wanita hamil dan menyusui harap melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Cataflam Obat Antibiotik Untuk Rematik

  • Komposisi: Diclofenac sodium 25mg
  • Indikasi: pengobatan ankylosing spondylitis, nyeri dan peradangan, nyeri dysmenorrhoe, bahan pengobatan dari gejala osteoarthritis dan rematik.
  • Dosis lazim: berikan 100-150 mg/hari yang terbagi menjadi 2-3 dosis.
  • Penyajian: Di konsumsi sesudah makan.
  • Perhatian: Waspadai penggunaan pada penderita yang hipersensitif terhadap diclofenac, penderita dengan gangguan gastro intestinal, wanita pada masa kehamilan trimester terakhir, penderita asma dan alergi.
  • Efek Samping: Dapat menyebabkan sesak napas, terjadinya gangguan gastrointestinal seperti mual dan muntah, pusing, gejala vertigo, rash dan urtikaria.
  • Kemasan: 10 Tablet / Blister

 

5. Remasal

Obat antibiotik untuk rematik yang terakhir yaitu Remasal. Obat ini berperan sebagai analgesik dan antipiretik untuk membantu meredakan nyeri. Remasal merupakan obat yang di jual bebas.

Remasal Obat Antibiotik Untuk Rematik

  • Komposisi: Aluminium asetilsalisilat 500 mg, Vitamin E 30 mg, vitamin B12 100 mcg
  • Indikasi: Nyeri pada tungkai dan lengan, nyeri tulang, nyeri akibat rematik.
  • Dosis untuk dewasa 3 x sehari sebanyak 1 kapsul.
  • Penyajian: Di konsumsi setelah makan.
  • Cara Penyimpanan: Simpan di tempat yang kering dan terhindar dari paparan cahaya matahari langsung.
  • Perhatian: Waspadai penggunaan jangka panjang, lakukan konsultasi ke dokter.
  • Efek Samping: Mengalami ulserasi lambung.
  • Kemasan: 1 Strip

 

Begitulah penjelasan singkat dari 5 macam obat antibiotik untuk rematik yang bisa Anda konsumsi. Biasakan untuk hidup sehat dan sering berolahraga ringan setiap hari untuk meminimalisir kembalinya penyakit rematik yang Anda derita. Selain menggunakan obat diatas, Anda juga bisa menggabungkan beberapa bahan alami untuk pengobatan rematik dari luar. Selamat mencoba dan semoga lekas sembuh. Get Well Soon !!

loading...

Leave a Reply