Gejala dan Obat Antibiotik Untuk ISPA (Infeksi Saluran Napas Atas)

Obat Antibiotik Untuk ISPA – ISPA adalah singkatan dari infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang sistem pernapasan manusia mulai dari hidung, rongga pernapasan atau trakea, hingga ke paru-paru. Penyebab penyakit ISPA adalah infeksi oleh virus atau bisa juga di sebabkan oleh bakteri yang masuk melalui udara yang sudah tercemar. Obat antibiotik untuk ISPA sangat di perlukan untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut pada organ pernapasan yang telah mengalami infeksi ISPA.

Penyakit ISPA pada umumnya sangat mudah menular, orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah akan sangat rentan terserang ISPA apabila terpapar oleh udara yang telah terkontaminasi oleh virus atau bakteri. Pengobatan ISPA yang paling efektif adalah dengan memberikan antibiotik untuk membunuh virus dan bakteri yang menjadi sumber penyakit atau memberikan suplemen guna menambah daya tahan tubuh agar tubuh membangun mekanisme kekebalannya sendiri.

 

Gejala Penyakit ISPA

Seseorang yang terserang penyakit ISPA akan mengalami beberapa gejala yang mudah di deteksi. Gejala ini merupakan hasil dari reaksi atau respon sistem pertahanan tubuh terhadap bakteri atau virus yang masuk. Beberapa gejala ISPA yang paling sering terjadi diantaranya sebagai berikut :

  1. Kesulitan bernapas karena dada terasa sesak dan sempit
  2. Penurunan fungsi paru-paru
  3. Bersin-bersin dalam frekuensi yang sangat sering
  4. Hidung berair dan tersumbat, terkadang di sertai dengan rasa panas
  5. Badan terasa lemas
  6. Demam tinggi dan menggigil
  7. Menurunnya kadar oksigen dalam darah
  8. Komplikasi ISPA dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran

 

Obat Antibiotik Untuk Ispa

Hingga saat ini belum ada obat yang secara spesifik dapat mengobati ISPA. Obat ISPA di apotik yang banyak beredar rata-rata hanya berfungsi untuk melemahkan virus dan mengurangi gejala yang di timbulkan. Berikut ini kami berikan rekomendasi 5 obat antibiotik yang tepat untuk ISPA.

 

1. Albiotin

Obat antibiotik untuk ISPA yang pertama yaitu Albiotin, obat ini bisa Anda beli di apotek terdekat. Albiotin merupakan obat ISPA dewasa yang termasuk ke dalam golongan obat keras. Anda harus memperhatikan dengan seksama dosis dan prosedur pemakaian obat ini.

Albiotin - Obat Antibiotik Untuk ISPA

  • Komposisi: clindamycin 300 mg
  • Indikasi: Digunakan untuk mengobati infeksi serius oleh bakteri anaerobik yang rentan terhadap strain strep dan pneumokokus staph. Dapat juga di gunakan untuk mengobati infeksi karena Strep b-hemolotikus. Terapi dilakukan dalam waktu minimal selama 10 hari
  • Dosis dewasa: Untuk infeksi berat berikan 150-300 mg setiap 6 jam.

Untuk infeksi sangat berat berikan 300-450 mg setiap 6 jam

  • Penyajian: Dapat di konsumsi sebelum atau sesudah makan
  • Perhatian: Waspada penggunaan pada penderita hipersensitifitas obat
  • Efek Samping: Diare, rasa mual, muntah, perut begah, dan colitis.
  • Kemasan: 10 Tablet / Strip

 

2. Lapimox Forte

Obat antibiotik untuk ISPA yang selanjutnya yaitu Lapimox forte. Obat ini merupakan antibiotik dari golongan penicillin yang cukup ampuh untuk membasmi bakteri yang menjadi penyebab terjadinya ISPA. Lapimox forte mengandung zat aktif yang termasuk golongan antibiotik spektrum luas, karena itulah obat ini mampu membunuh bakteri gram positif maupun negatif.

Lapimox Forte - Obat Antibiotik Untuk ISPA

  • Komposisi: Amoksisilin trihidrat
  • Indikasi: Mengobati infeksi saluran nafas atas dan bawah, saluran cerna, demam tifoid, saluran kemih, paratifoid, THT, GO, kulit dan jaringan lunak, profilaksis endokarditis bakterial saat akan cabut gigi
  • Dosis dewasa: 3 x sehari sebanyak 250-500 mg

Untuk Anak: 3 x sehari 25-50 mg/kg berat badan khusus infeksi berat gandakan dosis

  • Penyajian: Agar diabsorpsi lebih baik dapat diberikan bersama makanan atau minuman favorit anak.
  • Cara Penyimpanan: Simpanlah di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
  • Perhatian: Gangguan fungsi hati dan ginjal, hipersensitif terhadap sefalosporin
  • Efek Samping: reaksi alergi, gangguan gastrointestinal, gangguan hematologi, anafilaksis, superinfeksi
  • Kemasan: 1 Botol

 

3. Afrin Nasal

Cara mengobati infeksi saluran pernafasan bisa juga menggunakan obat Afrin nasal. Obat ini berbentuk cairan spray yang dapat mengatasi alergi saluran nafas, radang, sinusitis, dan hidung tersumbat.

Afrin Nasal - Obat Antibiotik Untuk ISPA

  • Komposisi: oxy metazoline hydrochloride 0.5 mg
  • Indikasi: Obat antibiotik untuk ISPA, kongesti (kesembaban) hidung, dan sinusitis, nasofaring karena salesma (flu), hay fever atau alergi saluran napas bagian atas lainnya. Dapat digunakan juga sebagai tambahan pada pengobatan infeksi telinga bangian tengah
  • Dosis: diatas 6 tahun: 2-3 semprotan ke dalam tiap lubang hidung. Pemakaian 2 kali setiap hari (pagi dan sore)
  • Penyajian: Pada saat pemakaian posisi kepala tegak lurus, lalu letakkan ujung lubang semprotan ke dalam lubang hidung dengan posisi yang tidak menyumbat lubang hidung secara keseluruhan. Selama pengobatan, pasien harus menekuk kepalanya dengan posisi sedikit kedepan sambil menghirup dengan cepat sembari memnecet botol
  • Perhatian: Reaksi hipersensitifitas
  • Efek Samping: Obat ini pada umumnya dapat ditolerir dengan baik. Efek samping ringan dan sementara dapat berupa rasa terbakar atau tersengat, bersin dan bertambahnya ingus
  • Kemasan: 1 Botol

 

4. Azomax

Azomax adalah obat antibiotik untuk ISPA yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, saluran kemih, saluran cerna, kulit, dan jaringan lunak.

Azomax - Obat Antibiotik Untuk ISPA

  • Komposisi: Azithromycin dihydrate
  • Indikasi: Infeksi ringan hingga sedang dari saluran nafas atas dan bawah, uretritis dan servitis non GO karena Chlamydia trachomatis, kulit dan struktur kulit, pneumonia yang disebabkan oleh lingkungan, gangguan paru-paru karena serangan organisme yang sensitive.
  • Dosis: 10 mg/kg berat badan dalam sehari, berikan dosis tunggal selama 3 hari
  • Penyajian: Di berikan bersama dengan makanan
  • Perhatian: Waspada penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal, wanita hami dan menyusui.
  • Efek Samping: Tidak enak diperut, kembung, diare, muntah mual, dispepsia, ikterus kolestatik, distensi lambung, nyeri lambung, sakit kepala, vertigo, somnolen, kelelahan menyeluruh, ruam kulit, gangguan saluran kemih kelamin
  • Kemasan: 1 Botol

 

5. Fixiphar

Obat antibiotik untuk ISPA yang terakhir yaitu Fixiphar. Obat ini merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh serangan bakteri yang rentan pada Cefixime. Cefixime adalah jenis antibiotik yang memiliki spektrum besar, berperan terhadap bakteri gram positif mapun gram negatif.

Fixiphar - Obat Antibiotik Untuk ISPA

  • Komposisi: Tiap 5 ml Fixiphar mengandung 111, 95 mg Cefixime-3H2O yang setara dengan 100 mg Cefixime.
  • Indikasi: Infeksi karena serangan bakteri yang rentan terhadap Cefixime, seperti bronkhitis akut, eksaserbasi akut dari bronkhitis kronis akibat serangan Streptococcus pneumonia dan H, infeksi saluran kemih yang tidak terkomplikasi akibat serangan infeksi E. coli dan P. mirabilis, otitis media yang disebabkan oleh influenzae, faringitis, tonsilitis akibat serangan Streptococcus pyogenes.
  • Dosis: Dewasa dan anak-anak dengan BB 30 kg atau lebih berikan 2 kali sehari dengan dosis 50-00 mg. Untuk infeksi lanjut berikan dosis yang di naikkan menjadi 2 kali sehari sebanyak 200 mg. Pasien yang memiliki gangguan kegagalan fungsi ginjal atau pasien yang sedang menjalani hemodialisis berikan dosis yang dianjurkan sebesar 75 % dari dosis standar yaitu 300 mg dalam satu hari. Pasien dengan klirens kreatinin yang kurang dari 20 ml/menit dab pasien yang mendapatkan dialisis peritoneal, dosis yang dianjurkan yaitu 50 % dari dosis standar sebanyak 200 mg dalam satu hari
  • Penyajian: Hanya boleh di berikan sesudah makan, hindari konsumsi obat saat perut kosong.
  • Kemasan: 1 Botol

 

Dari semua obat antibiotik untuk ISPA diatas, Anda bisa menggunakan salah satu yang menurut Anda sangat cocok dengan gejala atau indikasi yang dialami. Namun bila ingin menggabungkan obat-obat diatas ada baiknya untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter atau apoteker yang bisa Anda hubungi. Semoga lekas sembuh dan selalu diberikan kemudahan. Get Well Soon !!

loading...

Leave a Reply