5 Macam Obat Antibiotik Untuk Hepatitis Lengkap Dengan Dosis dan Efek Samping

Obat Antibiotik Untuk Hepatitis – Hepatitis merupakan penyakit yang di sebabkan karena adanya infeksi virus pada organ hati. Obat antibiotik untuk hepatitis bekerja sebagai agen antivirus untuk menghentikan reaksi infeksi yang terjadi pada organ hati. Pengobatan hepatitis bergantung pada jenis hepatitis yang di derita karena penyakti hepatitis ini terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan jenis virus yang menginfeksinya yaitu hepatitis A, B, dan C. Ciri ciri penyakit hepatitis pada umumnya bisa di deteksi pada saat penderita merasakan nyeri pada perut sebelah kanan, mual, diare, dan panas tinggi.

 

Jenis-jenis Penyakit Hepatitis

Agar bisa menentukan obat antibiotik untuk hepatitis yang tepat, Anda terlebih dahulu harus memahami jenis-jenis penyakit hepatitis yang dapat menyerang manusia. Bedasarkan jenis virus yang menginfeksi, penyakit hepatitis terbagi ke dalam 3 jenis yaitu hepatitis a, hepatitis b, dan hepatitis c.

Hepatitis A

Penyakit hepatitis A di sebabkan oleh virus VHA (virus hepatitis A) yang menginfeksi hati penderita melalui makanan dan minuman yang tercemar. VHA merupakan virus hepatitis yang dapat bertahan pada kondisi ekstrim. Virus Hepatitis A bisa di deteksi pada kotoran penderita yang biasanya di iringi dengan terjadinya diare. Ciri ciri hepatitis A yaitu terjadinya perubahan warna pada kulit, mata, dan selaput membran menjadi kuning, munculnya gejala diare, flu, dan demam.

Hepatitis B

Jenis penyakit hepatitis yang kedua adalah hepatitis B.  Penyebab hepatitis B adalah VHB atau virus hepatitis B. Penyakit hepatitis B dapat menular melalui pertukaran cairan tubuh seperti air ludah, dan cairan yang keluar pada saat berhubungan. Hepatitis B juga dapat di tularkan dari ibu kepada janin yang di kandungnya.

Hepatitis C

Hepatitis C adalah jenis penyakit hepatitis yang di sebabkan oleh virus VHC (virus hepatitis C). Hepatitis jenis yang ketiga ini juga dapat di tularkan melalui proses pertukaran cairan tubuh yang biasa terjadi pada saat transfusi darah, penggunaan jarum suntik bergantian, dan bahkan penggunaan pisau cukur yang sama pada orang yang terjangkit hepatitis C.

 

Obat Antibiotik Untuk Hepatitis

Ada beberapa jenis obat hepatitis di apotik yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit hepatitis. Anda bisa menggunakan obat generik hepatitis yang banyak di jual secara bebas dengan meminta resep dokter terlebih dahulu. Berikut ini 5 rekomendasi obat hepatitis yang bisa Anda dapatkan di apotek.

 

1. Hepachol

Hepachol merupakan obat antibiotik untuk hepatitis yang di jual bebas di pasaran. Hepachol berperan sebagai suplemen hati, kolelitolitik, dan hepatoprotektor guna mengatasi inveksi virus hepatitis.

Hepachol - Obat Antibiotik Untuk Hepatitis

  • Komposisi : Lecithin 300 mg, vitamin B2 6 mg, vitamin B6 6 mg, vitamin B1 6 mg, vitamin B12 12 mcg, Zn 5 mg, nicotinamide 30 mg, folic acid 400 mcg, vitamin E 10 mg, selenium 15 mcg
  • Indikasi : Bekerja sebagai suplemen yang menunjang kinerja dan fungsi hati
  • Dosis : 3 kali sehari 1 kapsul
  • Penyajian : Di konsumsi setelah makan
  • Cara Penyimpanan : Simpan di tempat yang sejuk dan kering, usahakan agar terhindar dari paparan cahaya matahari langsung
  • Efek Samping : Terjadinya diare, perut mual, muntah-muntah, pruritus, dan urtikaria..
  • Kemasan : 10 Tablet / Strip

 

2. Viusid Sach

Viusid Sach di gunakan sebagai obat terapi penunjang pada penderita hepatitis, herpes, HIV AIDS, dan penyakit akibat infeksi virus lainnya. Obat ini di jual bebas, namun khusus untuk penggunaan dalam jangka panjang harus mendapat resep dari dokter.

Viusid Sach - Obat Antibiotik Untuk Hepatitis

  • Komposisi : Ca pantothenate 0.002 gr, glycyrrhizinic acid 0.033 gr, malic acid 0.666 gr, glucosamine 0.666 gr, vit B6 0.6 mg, folic acid 66 mcg, vit B12 0.3 mcg, Zn sulphate 0.005 gr, arginine 0.666 gr, glycine 0.333gr, vit C 0.02 gr.
  • Indikasi : hepatitis, herpes, AIDS, dan infeksi virus lainnya
  • Dosis : dewasa berikan 1 sachet setiap 8 jam,  anak usia diatas 6 tahun 1 sach tiap 12 jam,  anak usia di bawah 6 tahun (bayi dan neonatus) berikan sepertiga sachet/hari
  • Penyajian: Di konsumsi sesudah makan dengan cara di larutkan dalam air, jus buah atau susu
  • Efek Samping : Terjadinya diare, pruritus, perut mual yang di susul muntah dan gejala urtikaria.
  • Kemasan : 1 Bungkus

 

3. Urdahex

Obat antibiotik untuk hepatitis yang selanjutnya yaitu Urdahex yang berbentuk tablet. Meskipun di jual bebas namun obat ini termasuk obat keras yang sangat di anjurkan di gunakan dengan resep dokter. Urdahex bekerja sebagai kolagogum, hepatoprotektor, dan kolelitolitik untuk mengatasi hepatitis, batu empedu, dan infeksi liver akibat virus lainnya.

Urdahex - Obat Antibiotik Untuk Hepatitis

  • Komposisi : Ursodeoxycholic acid.
  • Indikasi : Hepatitis kronik, hepatitis kolestasis, aktif dan batu empedu radioluscent yang memiliki diameter tidak lebih dari 20 mm.
  • Dosis : 8-10 mg/kg berat badan yang terbagi dalam 2-3 dosis.
  • Penyajian : Di anjurkan agar diberikan bersama makanan.
  • Cara Penyimpanan : Simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung
  • Perhatian : Waspada penggunaan pada ibu hamil dan menyusui (laktasi)
  • Efek Samping : Terjadinya diare, pruritus, mual dan muntah, urtikaria.
  • Kemasan : 10 Tablet / Strip

 

4. Baraclude

Obat antibiotik untuk hepatitis yang berikutnya yaitu Baraclude. Obat ini merupakan obat keras berbentuk tablet yang berperan sebagai antivirus untuk terapi pada penderita hepatitis B kronik.

Baraclude - Obat Antibiotik Untuk Hepatitis

  • Komposisi: Entecavir
  • Indikasi: Terapi infeksi virus hepatitis B kronik khusus penderita dewasa telah dibuktikan dengan uji klinis mengalami replikasi virus aktif
  • Dosis: Dewasa dan remaja doatas 16 tahun yang tidak memiliki riwayat terapi nukleosid : 1 x sehari 0.5 mg.

Pasien dengan refrakter terhadap lamivudin berikan dosis: 1 x sehari 1 mg.

Pasien dengan riwayat viremia hepatitis B dan resisten lamivudin berikan dosis: 1x sehari 1 mg

  • Penyajian : Konsumsi obat di lakukan pada waktu perut kosong, yaitu sekurang-kurangnya dalam kurun waktu 2 jam sesudah makan dan atau 2 jam sebelum waktu makan selanjutnya.
  • Cara Penyimpanan : Simpanlah di tempat yang sejuk dan kering serta terhindar dari cahaya matahari langsung
  • Perhatian : Waspadai penggunaan pada pasien yang mengalami gangguan fungsi hati, asidosis laktat, hepatomegali berat dengan steatosis.
  • Efek Samping : Pusing, mual, rasa letih yang berlebihan
  • Kemasan : 10 Tablet / Strip

 

5. Hepa-Balance

Obat antibiotik untuk hepatitis terakhir yang kami rekomendasikan yaitu Hepa-Balance. Obat ini merupakan suplemen untuk pemulihan fungsi hati pasca terjadinya infeksi. Hapa-Balance sangat dianjurkan untuk dikonsumsi selama masa penyembuhan.

Hepabalance - Obat Antibiotik Untuk Hepatitis

  • Komposisi : curcuminoid 20 mg, vitamin b6 2 mg, ekstrak silybum marianum semen 70 mg, ekstrak schisandra chinensis fructus 135 mg, lecithin 300 mg.
  • Indikasi : Membantu pemulihan hati, memelihara kesehatan, kinerja, dan fungsi hati
  • Dosis :  1-2 x sehari sebanyak 1 kaplet
  • Penyajian : sesudah makan
  • Perhatian : Hindari penggunaan pada penderita epilepsi, ibu hamil dan menyusui, penderita hipertensi dan tekanan intrakranial tinggi
  • Efek samping : Pusing, mual, muntah.
  • Kemasan : 1 Tablet

 

Nah itulah penjelasan singkat dari jenis hepatitis dan 5 macam obat antibiotik untuk hepatitis yang bisa Anda dapatkan di apotik terdekat. Untuk anda yang pernah mengalami penyakit hepatitis ini, sangat disarankan untuk menjaga stamina tubuh dan mengatur pola makan serta menu makan yang akan dikonsumsi. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Get Well Soon !!

loading...

Leave a Reply