Obat Antibiotik Untuk Diare Lengkap Dengan Dosis dan Efek Samping

Obat Antibiotik Untuk Diare – Penyakit diare merupakan suatu gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan manusia yang ditandai dengan pengeluaran feses dalam bentuk cairan dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam kurun waktu 24 jam. Diare atau mencret terjadi karena adanya ketidakseimbangan penyerapan cairan oleh usus besar sehingga feses tidak bisa di padatkan. Infeksi bakteri adalah salah satu penyebab diare yang paling umum, oleh karena itu untuk mengatasinya Anda memerlukan obat antibiotik untuk diare guna membunuh kuman yang menjadi dalang terjadinya diare.

 

Gejala Diare Pada Umumnya

Penyakit diare pada umumnya di tandai dengan munculnya gejala-gejala sebagai berikut:

  1. Frekuensi buang air besar meningkat lebih dari 3 kali dalam sehari.
  2. Intensitas atau kepadatan feses berkurang bahkan berubah menjadi bentuk cairan.
  3. Merasakan sakit karena terjadinya kram pada perut.
  4. Dehidrasi yang ditandai dengan badan lemas, selalu haus, dan wajah menjadi pucat.
  5. Mengeluarkan darah saat buang air besar.

 

5 Macam Obat Antibiotik Untuk Diare

Diare yang di biarkan tanpa ada langkah pengobatan bisa saja menimbulkan efek yang sangat berbahaya bagi tubuh. Selain kehilangan banyak cairan dan membuat tubuh menjadi lemas, diare juga bisa bekembang menjadi infeksi saluran pencernaan yang mematikan. Oleh karena itu Anda harus segera mengambil langkah pengobatan dengan mengonsumsi obat antibiotik untuk diare guna membasmi kuman penyakit yang menjadi penyebab utama terjadinya diare. Berikut ini kami berikan rekomendasi obat diare dewasa dan anak-anak resep dokter yang bisa anda dapatkan di apotik terdekat.

 

1. Tracodia

Tracodia adalah obat diare dewasa di apotik yang digunakan untuk mengobati diare akut yang sudah terjadi lebih dari 3 hari. Tracodia termasuk dalam obat antibiotik golongan agonis opioid reseptor yang memiliki mekanisme kerja mengurangi aktivitas pada bagian pleksus myenteric di usus besar sehingga dapat memperlambat ritme kontraksi usus.

Tracodia Obat Antibiotik Untuk Diare

  • Komposisi: Loperamide HCl
  • Indikasi: Untuk pengobatan beberapa jenis diare seperti diare akut nonspesifik, diare kronis akibat reseksi usus, diare ringan, sindrom iritasi usus, dan diare kronis sekunder pada penyakit radang usus.
  • Dosis: 6 – 8 mg sehari dengan dosis maksimal hingga 16 mg sehari. Diare akut (dewasa): dosis awal 4 mg, kemudian ditambah 2 mg setelah buang air besar, penggunaan maksimal 5 hari. Diare kronik pada dewasa: dosis awal 4 – 8 mg kemudian ditambah 2 mg setelah buang air besar, penggunaan maksimal 6 hari. Diare pada anak usia 4 – 8 tahun: 1 mg 3 – 4 x sehari penggunaan maksimal 3 hari. Anak usia 9 – 12 tahun: 2 mg 4 x sehari penggunaan maksimal 5 hari. Pengobatan harus dihentikan jika diare yang di alami tidak sembuh dalam kurun waktu 48 jam.
  • Perhatian: Pasien di haruskan minum banyak cairan selama menggunakan Tracodia. Segera kunjungi rumah sakit atau klinik terdekat jika anda mengalami tanda-tanda terjadinya reaksi alergi seperti gatal-gatal, pembengkakan bibir, lidah, wajah, atau tenggorokan serta kesulitan bernapas.
  • Efek Samping: Sembelit, kantuk, mual, muntah, kram perut, pusing, dan mulut kering.
  • Kemasan: 10 Tablet / Strip

 

2. Imodium

Obat mencret Imodium merupakan obat yang di gunakan untuk mengobati diare akut dan kronik. Obat antibiotik untuk diare ini memiliki cara kerja untuk menurunkan produksi feses dan mempelambat kontraksi usus besar sehingga terjadi penyerapan cairan yang lebih maksimal.

Imodium Obat Antibiotik Untuk Diare

  • Komposisi: loperamide hydrochloride 2 mg
  • Indikasi: Di gunakan untuk mengobati diare akut dan kronik, memiliki cara kerja dengan memperpanjang waktu transit isi saluran cerna, meningkatkan viskositas dan kepadatan feses, menurunkan volume feses, dan menghentikan reaksi kehilangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
  • Dosis: Diare akut dosis awal 2 tablet lalu diteruskan dengan pemberian 1 tablet tiap diare. Diare kronik dosis awal 2 tablet lalu diteruskan dengan pemberian 1 tablet tiap diare, tambahkan 1-2 dosis lagi hingga feses mengaras. Maksimal penggunaan hingga 8 tablet per hari.
  • Penyajian: di konsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Perhatian: Penggunaan untuk anak di bawah 12 tahun harus mendapat resep dari dokter, hindari penggunaan pada pasien yang mengalami penghambatan peristaltic dan gangguan fungsi hati.
  • Efek Samping: nyeri perut, mengantuk, pusing, susah buang air besar, mulut kering, mual, muntah, reaksi hipersensitifitas, megakolon toksik
  • Kemasan: 10 Tablet / Strip

 

3. Lodia

Nama obat antibiotik untuk diare yang selanjutnya yaitu Lodia, obat ini juga di jual bebas di apotek. Lodia merupakan obat antibiotik untuk diare yang dapat digunakan untuk mengatasi diare kronik  dab diare akut non spesifik yang terjadi akibat gangguan pada usus besar. Lodia bekerja efektif pada usus besar guna memaksimalkan penyerapan cairan dan menambah kepadatan feses.

Lodia Obat Antibiotik Untuk Diare

  • Komposisi: Loperamide HCL
  • Indikasi: Pengobatan diare kronik dan diare akut non spesifik.
  • Dosis: Diare kronik berikan dosis 2-4 tablet/hari dengan penggunaan maksimal 8 tablet/hari. Hentikan pengobatan jika dalam waktu 48 jam tidak ada reaksi membaik. Untuk pengobatan diare akut non spesifik berikan dosis awal 2 tablet sebanyak 1-2 kali sehari.
  • Penyajian: Dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan.
  • Cara Penyimpanan: Simpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan cahaya matahari langsung.
  • Perhatian: Hentikan pemakaian dalam kurun waktu 48 jam jika tidak terjadi perbaikan. Infeksi bakteri atau parasit. Kolitis akut. Penggunaan untuk anak kurang dari 2 Tahun harus mendapat resep dari dokter. Tidak di sarankan di gunakan bagi penderita gangguan fungsi hati.
  • Efek Samping: Pusing, lelah, nyeri abdomen, megakolon toksik, ruam kulit.
  • Kemasan: 10 Tablet / Strip

 

4. Loperamide

Loperamide adalah obat sakit perut mencret yang digunakan untuk  mengatasi gangguan diare akut. Loperamide merupakan obat diare dewasa resep dokter yang bisa di gunakan jika frekuensi BAB lebih dari 3 kali dalam waktu 24 jam. Berikut keterangan obat antibiotik untuk diare Loperamide ini.

Loperamide Obat Antibiotik Untuk Diare

  • Komposisi: Loperamide HCl
  • Indikasi: Pengobatan beberapa jenis diare seperti diare diare ringan, diare akut nonspesifik, diare kronis akibat reseksi usus, sindrom iritasi usus, dan diare kronis sekunder pada serangan penyakit radang usus.
  • Dosis: Diare akut non spesifik gunakan dosis awal 2 tablet, penggunaan lazim terbatas pada 1-2 tablet sebanyak 1-2 kali/hari. Diare kronik 2-4 tablet/hari penggunaan dalam dosis terbagi dengan jangka waktu penggunaan maksimal 8 tablet/hari. Segera hentikan terapi apabila dalam waktu 48 jam tidak membaik.
  • Perhatian: Hindari penggunaan bagi anda yang memiliki riwayat alergi terhadap Loperamide HCL. Tidak boleh digunakan sebagai terapi utama pada pasien dengan disentri akut ditandai dengan, ulcerative colitis akut, darah dalam tinja dan demam tinggi serta reaksi enterocolitis bakteri.
  • Efek Samping: Pusing, sembelit, kram perut kantuk, mual, muntah, dan mulut kering.
  • Kemasan: 10 Tablet / Strip

 

5. Diatabs

Obat antibiotik untuk diare yang terakhir yaitu Diatabs. Antibiotik untuk diare ini di gunakan sebagai terapi untuk menghentikan frekuensi pengeluaran feses dalam bentuk cair. Diatabs juga berperan dalam proses pemulihan dan penggantian cairan tubuh yang hilang.

Diatabs Obat Antibiotik Untuk Diare

  • Komposisi: Attapulgit aktif 600 mg
  • Indikasi: pengobatan simptomatik pada kasus diare umum.
  • Dosis: untuk usia diatas 12 tahun berikan dosis 2 tablet setiap kali selesai buang air besar.
  • Penyajian: Dapat di konsumsi sebelum atau sesudah makan dengan penggunaan maksimal 6 tablet/hari.
  • Efek samping: sembelit, kram perut kantuk, mual, muntah.
  • Perhatian: Penggunaan untuk anak di bawah 12 tahun harus mendapat resep dari dokter.
  • Kemasan: 1 Strip

 

Anda cukup mengonsumsi salah satu dari 5 macam obat antibiotik untuk diare diatas agar terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan. Tentukan obat mana yang akan dipilih dengan memahami aspek indikasi yang Anda derita hingga efek samping yang akan diberikan obat tersebut. Semoga kita semua diberikan kesehatan selalu dan dapat kembali beraktifitas seperti biasanya. Get Well Soon !!

loading...

Leave a Reply