Kanker Serviks – Penyebab, Gejala, Pencegahan, Pengobatan

Organ reproduksi wanita memang sangat kompleks. Jika dibandingkan dengan pria, organ reproduksi wanita dua kali lipat lebih kompleks. Karena itu penyakit yang menyerang wanita juga tak terhitung jumlahnya.

Dua penyakit mematikan yang paling sering menyerang wanita adalah kanker serviks dan kanker payudara.

Kanker serviks merupakan sebuah penyakit yang menyerang leher rahim wanita.Leher rahim merupakan suatu organ didalam reproduksi wanita yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina.

Sebenarnya setiap wanita memiliki resiko terserang kanker leher rahim. Akan tetapi wanita yang paling terpengaruh dan lebih beresiko dengan penyakit ini adalah mereka yang aktif berhubungan intim dengan lawan jenis.

Agar Anda bisa terhindari dari penyakit mematikan ini, tindakan pencegahan dan tanda – tanda kanker serviks harus Anda kenali dalam diri Anda.

 

13 Gejala Kanker Serviks

Jika seseorang mengalami penyakit kanker serviks, gejala awal kanker serviks yang akan dialami adalah pendarahan pada area vagina yang terjadi setelah melakukan hubungan intim. Pendarahan ini terjadi di luar masa menstruasi atau setelah menopause.

Akan tetapi memang tidak semua pendarahan di luar masa menstruasi atau setelah menopause pasti menjadi ciri kanker serviks yang mengintai wanita. Tandanya akan semakin jelas jika diimbangi dengan beberapa gejala kanker serviks berikut ini, diantaranya:

  • Keputihan berbau pada vagina
  • Cairan mengandung darah tiba – tiba keluar dari vagina padahal bukan pada siklus menstruasi
  • Rasa sakit ketika melakukan hubungan intim
  • Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya
  • Kesulitan buang air kecil karena terjadi penyumbatan ginjal atau ureter
  • Perubahan pada kebiasaan buang air besar dan kecil
  • Berat badan menurun drastis
  • Pembengkakan pada salah satu kaki
  • Nyeri pada tulang
  • Selera makan menurun drastis
  • Berat badan menurun drastis
  • Rasa sakit pada area perut bawah dan panggul
  • Nyeri punggung dan pinggang

Perubahan siklus menstruasi biasanya terjadi seperti menstruasi yang lebih dari 7 hari selama 3 bulan atau lebih dengan pendarahan dalam jumlah yang sangat besar.

Untuk kondisi nyeri punggung dan pinggang biasanya disebabkan karena terjadinya pembengkakan di ginjal yang disebut sebagai hidronefrosis.

Gejala – gejala diatas memang tidak selalu bisa terlihat jelas pada penderita. Bahkan pada beberapa penderita ada yang tidak mengalami gejala apapun sama sekali.

Gejala pada penderita penyakit kanker leher rahim ini seringkali dirasakan ketika memasuki kanker serviks stadium 4. Karena itu melakukan pemeriksaan secara rutin sangat penting dilakukan untuk mendeteksi sel kanker sejak dini.

 

8 Penyebab Kanker Serviks

Jika berbicara mengenai penyebabnya, penyebab kanker serviks terjadi pada sisi internal dan eksternal tubuh. Anda harus waspadai penyebabnya agar bisa terhindar dari resiko terserang kanker leher rahim yang mematikan.

Berikut penyebab kanker leher rahim yang Anda harus waspadai diantaranya:

 

1. Human Papillomavirus (HPV)

Human Papillomavirus (HPV) merupakan virus penyebab kanker leher rahim yang terdiri dari kumpulan berbagai virus. Setidaknya terdapat lebih dari 100 jenis virus HPV. Akan tetapi hanya ada beberapa yang memicu resiko kanker pada wanita.

 

2. Banyak Pasangan

Banyaknya pasangan juga memungkinkan Anda terinfeksi dengan virus HPV.

Karena itu hindari kebiasaan gonta – ganti pasangan. Setialah dengan hanya satu pasangan dan dekatkan diri Anda kepada Tuhan karena dengan cara ini juga akan membantu mengurangi resiko Anda terserang kanker serviks.

 

3. Hubungan Intim Sebelum Waktunya

Ada yang mengatakan bahwa menikah usia dini merupakan salah satu pemicunya. Akan tetapi pemahaman ini harusnya lebih dispesifikasikan dengan hubungan intim di usia dini atau hubungan intim sebelum pernikahan.

Jika Anda pernah melakukan hubungan intim dengan lawan jenis sebelum berusia 17 tahun dimana sel tubuh Anda belum tumbuh sempurna, maka Anda adalah orang yang beresiko 2 kali lipat lebih besar untuk terserang kanker leher rahim yang mematikan.

 

4. Sistem Imun

Sistem imun seseorang juga sangat berpengaruh pada resiko. Semakin kuat sistem imun seseorang juga akan semakin rendah potensinya untuk terserang virus HPV yang memicu kanker mematikan tersebut. Karena itu tingkatkan sistem imun Anda untuk mencegahnya.

 

5. Penggunaan Pil KB

Satu hal yang Anda harus tahu tentang pil KB (keluarga berencana) bahwa tidak selamanya pil KB itu aman. Penggunaan pil KB jangka panjang akan berdampak pada kesehatan Anda. Dari berbagai riset yang dilakukan ditunjukkan fakta bahwa mengonsumsi pil KB lebih dari 5 tahun dapat menyebabkan seseorang beresiko lebih tinggi terkena kanker serviks.

Untuk menekan resiko ini, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan. Jika memang memungkinkan, cara alami membatasi keturunan perlu Anda lakukan. Rundingkan bersama pasangan.

 

6. Banyaknya Anak dan Kapan Pertama Kali Memiliki Anak

Wanita yang memiliki anak lebih dari 7 beresiko lebih tinggi terserang kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang memiliki anak kurang dari 7.

Memang bukti secara empiris tentang hal ini masih belum nyata akan tetapi peneliti meyakini bahwa data dari responden riset yang dilakukan menunjukkan fakta demikian.

 

7. Riwayat Keluarga

Seseorang yang berasal dari keluarga dengan riwayat menderita penyakit kanker rahim maka ia beresiko 2 kali lipat lebih besar untuk mengalami penyakit yang sama.

Karena itu pencegahan dan vaksinasi yang tepat untuk Anda yang berasal dari keluarga mengalami kanker leher rahim perlu dilakukan sebaik mungkin.

 

8. Pengetahuan Tentang Kanker Serviks

Banyaknya penderita kanker serviks yang tidak tertangani dengan baik adalah karena pengetahuan tentang penyakit tersebut yang kurang. Kebanyakan dari mereka mengacuhkan gejala karena tidak tahu dengan gejala yang terjadi pada dirinya.

Karena itu sebaiknya Anda harus memaksimalkan pengetahuan tentang kesehatan diri Anda dan pengetahuan tentang penyakit kanker leher rahim secara khusus.

 

7 Cara Mencegah Kanker Serviks

1. Lakukan Pap Smear

Cara mencegah kanker serviks yang pertama adalah melakukan prosedur pap smear. Pap smear merupakan alat skrining untuk mendeteksi adanya kanker serviks di leher rahim Anda.

Tes pap smear harusnya dilakukan sejak wanita berusia 21 tahun. Tes ini merupakan suatu tindakan medis yang diperuntukkan memeriksa leher rahim sampai area panggul rahim.

Dengan tes ini sel kanker diharapkan bisa teridentifikasi sejak dini. Jika memang sudah ada potensi sel kanker aktif didalam tubuh diharapkan dapat mencegahnya menjalar ke bagian tubuh yang lain.

 

2. Suntik vaksin HPV

Vaksin HPV merupakan vaksin kanker serviks yang akan melindungi sel tubuh dari resiko terjangkitnya virus HPV. Diperlukan metode skrining setelah melakukan suntik vaksin ini karena vaksin tidak bisa melindungi semua jenis HPV yang menjadi penyebab utama kanker leher rahim mengintai.

Ketika Anda melakukan vaksin, sama halnya dengan obat yang lain karena akan memberikan efek samping. Akan tetapi tenang saja karena efek samping yang ditimbulkan vaksin ini tidak serius.

Efek samping yang akan Anda rasakan pasca menggunakan vaksin diantaranya:

  • Nyeri pada area yang telah disuntik
  • Demam ringan
  • Ruam merah atau bengkak
  • Sedikit gatal pada area bekas suntikan

 

3. Berhenti Merokok

Didalam rokok terdapat ribuan zat kimia yang sangat berbahaya pada kesehatan. Wanita yang aktif merokok, dua kali lipat lebih beresiko dengan berbagai masalah penyakit kanker termasuk kanker serviks.

Zat didalam rokok yang berbahaya seperti tar, nikotin dan karbon monoksida akan mengikat hemoglobin darah serta mengaktifkan sel kanker didalam tubuh.

Selain itu, berhenti merokok juga sangat baik bagi Anda yang sering terkena batuk berdahak dan radang tenggorokan.

 

4. Hindari Bergonta – Ganti Pasangan

Sudah disebutkan di awal bahwa salah satu aspek yang menjadi penyebab penyakit kanker serviks mengintai adalah aktif berhubungan intim dengan bergonta ganti pasangan.

Karena itu cara mencegah resiko penularan perlu dilakukan dengan tidak bergonta – ganti pasangan. Setialah pada pasangan Anda.

 

5. Menggunakan Alat Kontrasepsi

Kontak langsung dalam berhubungan intim akan menambah resiko terkena infeksi virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker leher rahim mengintai.

Karena itu dalam berhubungan intim bersama pasangan sangat dianjurkan untuk Anda menggunakan alat kontrasepsi demi mencegah terjadinya resiko kanker karena penularan virus secara langsung.

 

6. Melakukan Pendekatan Agama

Kita sama – sama tahu bahwa hubungan pra nikah tidak dianjurkan oleh agama. Selain berdosa, ada juga efek samping bagi kesehatan yaitu bahwa hubungan pra nikah menjadi salah satu penyebab kanker leher rahim yang mematikan.

Karena itu untuk mencegahnya Anda perlu menghindari hubungan di luar nikah apalagi jika dilakukan dibawah usia 17 tahun.

 

7. Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat memang sangat penting dilakukan. Selain dapat membuat tubuh menjadi bugar setiap saat, dengan Anda menerapkan gaya hidup sehat maka Anda akan terhindar dari berbagai penyakit yang beresiko menyerang tubuh baik penyakit ringan atau penyakit berat sekalipun.

Bahkan gaya hidup sehat juga dapat mengorganisir sel kanker untuk mencegahnya aktif dan menyerang Anda.

Senantiasalah Anda konsumsi makanan kaya kandungan serat dan vitamin serta lakukan olahraga secara rutin untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hindari mengonsumsi alkohol dan rokok yang sangat berbahaya pada kesehatan Anda.

 

4 Cara Mengobati Kanker Serviks via Jalur Medis

1. Operasi Pengangkatan

Langkah pengobatan pertama kanker serviks secara medis dapat dilakukan dengan melakukan operasi pengangkatan. Namun sebelum pengobatan ini dilakukan, histerektomi yang akan diterapkan.

Histerektomi merupakan prosedur pembersihan lesi kanker secara efektif. Histerektomi terbagi ke dalam beberapa tindakan yaitu histerektomi subtotal atau parsial, histerektomi secara total, histerektomi total bersama salpingi ooforektomi bilateral dan juga histerektomi radikal.

Tindakan histerektomi yang akan dilakukan nantinya adalah tindakan histerektomi sesuai dengan kebutuhan pasien dan disesuaikan dengan seperti apa tingkat penyebaran sel kanker didalam tubuh.

 

2. Pelvic Exenteration

Metode pengobatan kanker leher rahim secara medis yang dapat dilakukan salah satunya dengan upaya Pelvic Exenteration. Jenis operasi ini pada umumnya akan dokter lakukan jika kanker muncul di area panggul dan belum terjadi penyebaran ke daerah yang lain.

Sesudah operasi akan ada upaya rekonstruksi ulang yang akan dilakukan di bagian vagina menggunakan jaringan dan kulit yang dokter ambil dari bagian tubuh lain pasien yang bersangkutan.

Untuk wanita yang sudah menikah dan mengalami masalah ini, hubungan intim dengan suami masih bisa dilakukan beberapa bulan sesudah menjalani operasi.

Pada prosedur pengobatan dengan pelvic exenteration ada dua tahapan yang akan dilewati pasien diantaranya yaitu tahap pengangkatan kanker yang akan dilakukan di waktu yang sama dengan bagian bawah usus, vagina, kandung kemih dan rektum.

Tahap kedua dilakukan pada stoma atau dua lubang yang dibentuk di bagian perut sehingga kotoran dan urin bisa dikeluarkan dari tubuh.

 

3. Radioterapi Kanker

Radioterapi merupakan suatu tahapan pengobatan medis yang cukup sering dipilih dan digunakan para penderita kanker leher rahim. Baik penderita kanker serviks stadium awal atau stadium akhir bisa diobati dengan pengobatan ini.

Prosedur pengobatan yang dilakukan oleh dokter adalah dengan memanfaatkan radiasi pengion yang diberikan untuk membunuh segala sel kanker dengan dosis yang disesuaikan pada volume tumor.

Sel kanker yang sedang berkembang akan rusak bahkan pembelahan selnya pasti bisa digagalkan oleh radioterapi sehingga tidak akan berpotensi melakukan penyebaran dengan cepat ke bagian yang lain.

 

4. Kemoterapi Kanker

Kemoterapi untuk penyembuhan kanker merupakan prosedur pengobatan yang akan dilakukan melawan sel kanker yang aktif didalam tubuh.

Kemoterapi sendiri merupakan langkah pengobatan yang akan memberikan efek ke seluruh tubuh serta mematikan sel kanker yang sedang berkembang. Jika pengobatan penyembuhan kanker dilakukan dengan kemoterapi, nantinya akan ada beberapa efek samping yang dirasakan penderita seperti:

  • Tubuh mudah lelah
  • Nafsu makan yang menurun
  • Perut mual diikuti muntah
  • Mulut terserang sariawan
  • Berkurangnya jumlah sel darah yang mengakibatkan sesak nafas dan tubuh lemas
  • Rambut rontok

 

3 Obat Herbal Kanker Serviks Tradisional

Selain pengobatan medis diatas, sebagai terapi penyembuhan kanker leher rahim juga bisa dilakukan dengan cara pengobatan secara tradisional.

Pengobatan tradisional ini dapat dijadikan alternatif terapi penyembuhan untuk mengimbangi pengobatan medis yang dilakukan. Bahan – bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal kanker serviks diantaranya:

 

1. Kunyit Putih

Kunyit PutihKunyit putih memiliki nama latin Curcuma Zedoaria yang memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan penyakit seperti keputihan, nyeri haid, penurun demam bahkan dapat menyembuhkan berbagai penyakit serius seperti kanker.

Didalam kunyit putih terdapat 3 jenis kandungan aktif yang dapat mencegah penyebaran sel kanker seperti RIP (Ribosome Inacting Protein), antioksidan dan anti curcumin.

Dalam menggunakan kunyit putih ada baiknya Anda kombinasikan dengan tanaman obat lain untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan jenis tanaman ini dalam terapi penyembuhan dan alternatif pengobatan kanker.

Kunyit juga dapat digunakan sebagai obat amandel bengkak, dan juga merupakan salah satu cara memutihkan gigi secara alami.

 

2. Daun Sirsak

Daun SirsakDaun sirsak memang merupakan bahan yang sangat ampuh untuk mengatasi berbagai resiko penyakit kanker. Untuk menjadikan daun sirsak sebagai obat herbal untuk mengatasi dan sebagai terapi penyembuhan kanker cara membuatnya sangat mudah.

Anda perlu siapkan 3 lembar daun sirsak muda. Cara pembuatannya yaitu dengan Anda rebus daun sirsak selama 20 menit kemudian saring air dan minum selagi hangat.

Selain itu, untuk buahnya dapat juga digunakan sebagai obat anyang anyangan.

 

3. Tanaman Keladi Tikus

Keladi TikusKeladi tikus tergolong ke dalam tanaman jenis talas. Keladi tikus dikenal dengan istilah medis Rodent Tuber dan Laoshu Yu. Tanaman ini berkhasiat dalam mematikan jaringan sel kanker serta menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Untuk menjadikan keladi tikus sebagai herbal kanker, cara membuatnya sangat mudah:

Pertama Anda rendam 50 gram tanaman keladi tikus selama ½ jam.

  • Kemudian gosok perlahan sampai tidak ditempeli kotoran.
  • Setelah itu bubuhkan sampai halus, peras dan saring dengan kain bersih.
  • Tambahkan ½ sendok madu hutan pada air perasan dan aduk sampai rata.
  • Konsumsi air perasan ini 3 kali sehari. Dalam masa penyembuhan, obat ini harus segera diminum setelah selesai dibuat.

Hindari menyimpan air perasan dalam waktu yang lama karena dapat mengubah susunan kandungan didalamnya.

 

Mari cegah kanker serviks sebelum mengintai Anda. Terapkan cara pencegahan yang tepat dan budayakan hidup sehat. Jangan lupa deteksi dini potensi sel kanker didalam tubuh Anda dengan pap smear.

Jika memang Anda sudah terjangkit dengan penyakit kanker leher rahim sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis secara tepat.

loading...

Leave a Reply