Kanker Kulit – Gejala, Penyebab, Pengobatan, Jenis

Penyakit kanker tergolong penyakit yang mematikan dan harus diwaspadai kedatangannya, termasuk juga kanker kulit. Kanker kulit merupakan penyakit kanker yang  menyerang jaringan kulit manusia.

Penyakit ini menyerang jaringan kulit secara tidak terkendali dengan cara melahirkan sel – sel berbahaya untuk merusak jaringan di sekitarnya. Ada banyak jenis kanker kulit yang mengintai manusia dengan penyebab yang bermacam-macam.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh WHO, ditemukan fakta bahwa orang yang berkulit putih cenderung menderita penyakit kanker kulit dibandingkan dengan orang berkulit hitam.

Di Indonesia, penderita kanker kulit masih sedikit ditemukan akan tetapi bukan berarti kita tidak perlu waspada dengan penyakit ini. Anda harus tetap waspada dan menghindari faktor penyebabnya untuk mencegah resiko terjangkit penyakit tersebut.

Mengenali ciri kanker kulit sejak dini dan rajin memeriksakan kesehatan merupakan tindakan yang sangat baik dilakukan.

Selain kulit, terdapat juga beberapa penyakit lainnya yang tergolong sama bahayanya yaitu: kanker serviks dan kanker payudara.

 

5 Jenis Kanker Kulit

1. Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal merupakan jenis kanker kulit yang sangat berbahaya. Karsinoma sel basal rentan menyerang jaringan kulit di kepala dan permukaan wajah.

Jenis kanker karsinoma sel basal terdiri dari beberapa macam. Ada yang menyerang kepala dan juga menyerang area pembuluh darah di permukaan kulit.

Karsinoma sel basal yang menyerang kepala merupakan tanda adanya kanker kulit kepala. Sementara jenis karsinoma sel basal yang menyerang permukaan kulit wajah menandai seseorang mengalami kanker kulit wajah.

 

2. Melanoma

Menurut survey yang dilakukan di American Melanoma Foundation ditemukan fakta bahwa sekitar 75% jenis kanker kulit yang banyak menelan korban sampai kematian adalah jenis kanker kulit melanoma.

Jenis ini muncul di kulit dengan bentuk mirip tahi lalat disertai pigmentasi pada kulit secara bertahap. Itu artinya perubahan warna kulit tersebut berubah tingkat dari cerah menuju semakin lama semakin gelap.

Pada tingkat warna kulit yang semakin gelap maka itu tandanya bahwa kanker kulit sudah dalam kondisi yang parah.

 

3. Actinic Kerastosis

Actinic kerastosis dianggap sebagai tanda awal terjadinya gangguan pada kulit yang akan berlanjut jika penanganan tidak segera dilakukan atau jika orang yang bersangkutan tidak tertangani dengan tepat. Apalagi jika sel kanker pada actinic kerastosis semakin menyebar dan berkembang.

Gejala yang akan dialami mirip seperti luka bakar utamanya di area yang sering terpapar sinar matahari. Pada seseorang yang mengalami jenis kanker kulit ini seringkali mengalami salah diagnosa.

Hal ini karena gejala dan tipenya mirip dengan sel kanker skuamosa. Karena itu dibutuhkan proses diagnosa yang akurat dan butuh waktu lebih lama oleh tim medis dalam menentukan dan memastikan jenis kanker yang satu ini.

 

4. Karsinoma Sel Skuamosa

Kanker kulit ini menyerang sel – sel bagian tengah lapisan epidermis.

Gejalanya sering ditandai dengan area permukaan kulit yang kasar, bersisik dan sering muncul di bagian tubuh yang terkena sinar matahari seperti pada area leher, tangan, bibir dan juga kepala.

 

5. Kaposi Sarcoma

Sebenarnya kaposi sarcoma tidak termasuk ke dalam masalah kanker akan tetapi jika tidak mendapatkan perhatian berpotensi kanker.

Kaposi sarcoma termasuk penyakit kulit yang berada pada jenis kanker lesi kecoklatan disertai sembur warna merah. Biasanya ditemukan pada area kaki yang berpengaruh terhadap sel yang berada dekat dengan pembuluh darah sekitar kanker.

Jenis penyakit kanker ini sering ditemukan pada penderita AIDS atau mereka yang terinfeksi dengan virus herpes.

 

8 Gejala Kanker Kulit

Walau penyakit ini menyerang bagian kulit akan tetapi tidak menutup kemungkinan penyebarannya secara perlahan akan berpengaruh pada organ – organ di sekitar kulit seperti mata dan organ yang lain.

Karena itu tak jarang penderita yang mengalami kanker kulit kehilangan indra penglihatan secara bertahap ketika sel kanker sudah menyebar ke jaringan sistem organ tersebut.

Mereka yang menderita penyakit kanker pada kulit akan mengalami gejala kanker kulit berikut ini:

  • Muncul bercak di area permukaan kulit
  • Muncul benjolan di kulit
  • Rasa gatal disertai dengan nyeri di permukaan kulit
  • Perubahan warna kulit pada area tertentu
  • Permukaan kulit seperti bersisik
  • Jika Anda memiliki tahi lalat yang bertambah ukuran, bisa jadi ini adalah gejala kanker pada kulit Anda
  • Bibir yang terasa kering
  • Mudah haus atau sering dehidrasi

Tanpa Anda sadari, ketika Anda mengamati permukaan kulit tiba – tiba ada bercak seperti lingkar hitam atau cokelat yang seiring berjalannya waktu semakin lama semakin melebar.

 

11 Penyebab Kanker Kulit

1. Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari mengandung UVA dan UVB yang dapat merusak DNA. Terlalu lama terkena paparan sinar matahari merupakan penyebab seseorang memiliki resiko yang lebih besar untuk terserang penyakit kanker pada jaringan kulit.

 

2. Genetik

Rambut merah, kulit putih dan berbintik merupakan salah satu faktor keturunan yang menjadi penyebab seseorang mengalami kanker pada kulit secara genetik.

Jenis kanker kulit melanoma merupakan jenis penyakit kanker pada jaringan kulit yang mudah menjangkit mereka yang berpotensi terserang secara genetik.

 

3. Sering Melakukan Tanning Bed

Pada prosedur tanning bed, salah satu bagiannya menggunakan lampu UV. Sinar yang dipancarkan dari lampu ini dapat merusak sel kulit yang menyebabkan kulit mengalami masalah penuaan dini seperti keriput, bintik cokelat, kulit longgar dan beresiko mengalami kanker pada kulit.

Jika memang Anda terbiasa melakukan terapi dan aktivitas lain dengan alat ini, maka ada baiknya untuk Anda lebih berhati – hati.

Konsultasikan dengan dokter terkait cara yang tepat mengurangi resiko terserang kanker pada kulit atau penyakit lain sebagai efek sampingnya.

 

4. Daya Tahan Tubuh Yang Rendah

Jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang rendah, tentu orang tersebut tidak akan mampu melawan terjangkitnya suatu bibit penyakit pada tubuhnya.

Bahkan sel – sel berbahaya seperti sel kanker akan lebih aktif membelah sehingga resiko terserang kanker juga akan jauh lebih besar.

 

5. Bisul (Furunke)

Bisul atau furunke merupakan benjolan di kulit yang ditandai dengan warna merah, bernanah dan menyakitkan. Bisul tumbuh diatas akar rambut.

Tidak semua bisul dapat memicu kanker pada kulit, akan tetapi jika dibiarkan begitu saja bisa jadi berpotensi menyebabkan tumbuhnya sel kanker pada jaringan kulit Anda, apalagi jika bisul tidak kunjung sembuh.

 

6. PUVA Fotografi Psoralen dan Sinar Ultraviolet

Menggunakan PUVA dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker kulit. Hal ini karena PUVA memiliki sinar UV yang sangat tinggi. Karena itu pemakaiannya harus diwaspadai.

 

7. Mengonsumsi Alkohol

Orang – orang yang mengonsumsi alkohol memiliki resiko yang jauh lebih besar untuk terserang penyakit kanker kulit. Didalam alkohol mengandung etanol.

Setelah masuk didalam tubuh etanol berubah menjadi zat kimia beracun yang disebut dengan asetaldehida. Hal ini yang dapat memicu kanker dan merusak DNA serta menghentikan kinerja sel dalam tubuh yang mengakibatkan sel tersebut menjadi tidak berfungsi.

 

8. Merokok

Selain dapat mengakibatkan resiko seseorang mengalami penyakit paru – paru, jantung, impotensi dan stroke ternyata merokok juga mengakibatkan orang yang melakukannya berpotensi terkena kanker kulit.

Menurut pakar Archives of Dermatology, seorang perokok mudah terserang penyakit  karena daya imun tubuhnya yang rendah akibat terlalu sering terpapar dengan zat berbahaya didalam rokok.

 

9. Virus HPV

Virus HPV atau yang sering disebut dengan human papilloma dikenal sebagai penyebab utama seseorang mengalami kanker serviks. Walau demikian, dalam penelitian lanjutan yang dilakukan virus ini juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kanker kulit.

Karena itu pada beberapa kasus penderita kanker serviks juga mengalami kanker pada jaringan kulitnya.

 

10. Tahi Lalat (Mole)

Tidak semua tahi lalat adalah tanda – tanda seseorang mengalami kanker kulit. Tidak semua tahi lalat berbahaya akan tetapi tidak menutup kemungkinan tahi lalat Anda berbahaya.

Tahi lalat yang harus diwaspadai ini adalah jika tahi lalat tiba – tiba saja muncul pada usia 30 tahun atau lebih. Tahi lalat tersebut dapat berubah bentuk, ukuran, warna dan tinggi.

 

11. Paparan Radiasi

Penggunaan radiasi sinar X yang cukup lama dapat menjadi penyebab seseorang menderita kanker kulit. Kanker ini akan lebih banyak berkembang pada area yang pernah terkena radiasi sinar X.

Keadaan atau kondisi seperti sindrom nevus sel basal atau xeroderma pigmentosum juga sangat beresiko menyebabkan seseorang mengalami penyakit tersebut.

 

14 Cara Mencegah Kanker Kulit

Agar penyakit berbahaya tersebut tidak menginvasi Anda, tentu berbagai penyebab yang telah diuraikan diatas perlu Anda hindari. Selain itu cegah kanker kulit dengan cara yang tepat.

Berikut bagaimana cara mencegah kanker kulit yang tepat Anda lakukan:

  • Hindari secara langsung bersentuhan dengan penderita yang mengalami kanker pada kulit.
  • Hindari menggunakan alat mandi bersama dengan penderita
  • Hindari melakukan transfusi darah dari penderita kanker tersebut
  • Hindari menggunakan alat perawatan tubuh bersama
  • Perbanyak mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah – buahan
  • Hindari penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri atau senyawa kimia lainnya
  • Gunakan kosmetik yang tepat dan aman
  • Hindari kosmetik khususnya produk pemutih kulit yang tidak terdaftar di BPOM
  • Jaga selalu kebersihan tubuh Anda
  • Cukupi kebutuhan vitamin tubuh Anda utamanya vitamin C dan vitamin E yang sangat penting bagi kesehatan kulit
  • Lindungi tubuh dari paparan sinar UV utamanya jika Anda orang yang aktif di luar ruangan
  • Gunakan pelindung wajah jika terpapar sinar matahari seperti topi, kacamata hitam atau payung
  • Gunakan pakaian panjang sehingga permukaan kulit terlindungi dari sengatan sinar matahari
  • Jika mengalami masalah dengan kulit, gunakan obat perawatan kulit sesuai anjuran dokter

 

8 Pengobatan Kanker Kulit Yang Dianjurkan Dokter

Pengobatan kanker kulit secara medis sangat bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, waktu, dan lokasi terjadinya kanker pada jaringan kulit tersebut.

Selain pengobatan medis, memanfaatkan obat herbal kanker kulit sebagai terapi penunjang juga diperbolehkan. Berikut pengobatan kanker kulit yang paling sering dijadikan alternatif penyembuhan diantaranya:

1. Cryosurgery

Cryosurgery dilakukan dengan teknik menghancurkan jaringan tumor dengan membekukan nitrogen cair. Tidak ada anestesi pada tindakan ini.

Prosedurnya sendiri dapat diulang beberapa kali pada sesi yang sama untuk membantu memastikan penghancuran semua sel – sel ganas. Akan tetapi memang langkah pengobatan dengan cara ini memiliki tingkat kesembuhan yang sangat kecil.

 

2. Operasi Mohs Micrographic

Operasi mohs micrographic dilakukan dengan langkah pengangkatan tumor di lapisan yang sangat tipis dari jaringan sekitarnya. Lapisan ini segera diperiksa dibawah mikroskop secara menyeluruh.

Jika tumor masih hadir pada kedalaman atau pinggiran jaringan di sekitarnya maka prosedur harus diulang sampai lapisan terakhir dilihat dibawah mikroskop. Tindakan pengobatan dengan cara ini juga sering digunakan pada orang yang pernah mengalami tumor sebelumnya.

 

3. Operasi Eksisi

Operasi eksisi dilakukan oleh dokter bedah untuk mengambil seluruh jaringan pertumbuhan sel. Jika sel kanker pada kulit masih belum menyebar rata tindakan ini sangat tepat dilakukan. Luka pada area sekitar lokasi bedah kemudian ditutup dengan jahitan.

Jaringan yang dipotong kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopis dalam memverifikasi bahwa semua sel kanker telah diangkat.

 

4. Operasi Elektro

Operasi elektro merupakan prosedur operasi yang dilakukan dengan mengkuret panas sel kanker. Prosedurnya dilakukan dengan memanfaatkan jarum elektrokauter untuk menghancurkan tumor residu dan kontrol pendarahan di jaringan sekitar lokasi sel kanker berada.

Prosedur ini biasanya diulang beberapa kali sampai lapisan yang lebih dalam untuk dapat memastikan tidak ada sel – sel tumor tetap tumbuh disana. Akan tetapi operasi ini tidak dilakukan jika sel kanker terdapat pada area kelamin, bibir, telinga dan kelopak mata.

 

5. Terapi Photodynamic

Terapi photodynamic dilakukan pada sel kanker yang tumbuh di bagian kulit wajah dan kulit kepala. Pada area tersebut akan dilakukan pemberian obat, kemudian dikenai cahaya untuk mengaktifkan 5-aminolevulinic.

Prosedur perawatan ini dilakukan dengan menghancurkan tumor yang menyebabkan sedikit kerusakan kulit di sekitarnya.

 

6. Operasi Laser

Operasi laser dilakukan dengan menggunakan karbondioksida yang difokuskan pada area lesi. Kemudian dilakukan pemotongan melalui jaringan tanpa menyebabkan terjadinya pendarahan.

Langkah ini merupakan pilihan yang baik untuk lesi di daerah kecil atau sempit karena sangat efektif untuk mengatasi kanker di area tersebut

Operasi laser juga dapat diterapkan pada sel kanker yang tumbuh di area kepala dan wajah. Dalam proses operasi ini juga dilakukan anestesi lokal

Operasi laser memberikan kontrol dokter atas kedalaman jaringan yang akan diambil dan harus dilakukan dengan penuh kehati – hatian.

 

7. Terapi Kombinasi

Jika salah satu dari langkah pengobatan diatas sudah dilakukan akan tetapi belum memberikan hasil yang baik, maka terapi kombinasi perlu dicoba.

Kombinasi beberapa bentuk teknik pengobatan dapat menjadi pilihan yang efektif untuk meningkatkan presentasi penyembuhan penderita kanker.

Misalnya saja terapi dilakukan selama satu minggu dengan obat topikal yang diikuti dengan prosedur cryosurgery. Atau melakukan metode yang lain sesuai anjuran dokter.

Dengan cara seperti ini kemungkinan akan membantu mengurangi waktu penyembuhan serta mengurangi kemungkinan bintik putih setelah dilakukan cryosurgery.

 

8. Obat Topikal

Ada beberapa obat topikal yang sangat dianjurkan oleh dokter untuk terapi penyembuhan kanker kulit.

Akan tetapi penggunaannya harus sesuai dengan izin dokter dan tidak boleh asal. Obat topikal yang dianjurkan diantaranya:

  • Imiquimod

Imiquimod merupakan sebuah krim yang digosok lembut pada area sel kanker yang telah ditunjuk dokter. Anda bisa gunakan lima kali seminggu selama enam minggu atau lebih.

Obat ini juga dapat meringankan gejala kanker pada kulit yang bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh.

  • 5-Fluorouracil

5-fluorouracil atau 5-FU merupakan suatu cairan atau salep lembut yang diusapkan pada jaringan tumor dua kali sehari selama tiga sampai dengan enam minggu lamanya. Anda bisa gunakan sesuai anjuran dokter.

 

Pada setiap pasien, masing – masing pengobatan diatas memiliki efek samping yang berbeda – beda. Baiknya pengobatan diatas dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter agar tidak ada masalah atau efek samping berat pada penderita.

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda atau orang terdekat Anda memiliki resiko atau ciri kanker kulit.

Semoga lekas sembuh!

loading...

Leave a Reply